Pengertian Pendidikan Jasmani, Ruang Lingkup, Tujuan serta Manfaatnya

Pengertian Pendidikan Jasmani, Ruang Lingkup, Tujuan serta Manfaatnya

Bagi Anda yang berprofesi sebagai guru atau dosen di bagian ilmu pendidikan jasmani tentu sudah mengetahui pengertian pendidikan jasmani, ruang lingkup serta manfaatnya. Namun, bagi Anda yang belum mengetahuinya, Anda tidak perlu khawatir. Batas ketik akan membagikan informasi mengenai hal tersebut.

Pengertian Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli

Pengertian Hotel Menurut Para Ahli

Ketika sekolah, pelajaran ini biasanya sering dinantikan. Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang dijadikan pendorong perkembangan keterampilan motorik seseorang. Selain itu, pendidikan jasmani juga dapat mengembangkan kemampuan fisik, pengetahuan, sikap sportivitas, pembiasaan pola hidup sehat dan karakter yang diharapkan dalam sistem pendidikan Nasional.

Hal ini sesuai dengan yang di ungkapkan oleh Depdiknas pada tahun 2006 yaitu :

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah satu mata perlajaran yang diberikan di suatu jenjang sekolah tertentu yang merupakan salah satu bagian dari pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk bertumbuh dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras dan seimbang.

Jadi, apakah pengertian pendidikan jasmani ?

Menurut wikipedia, pendidikan jasmani (Penjas) merupakan mata pelajaran untuk melatih kemampuan psikomotorik yang mulai diajarkan secara formal di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Berikut pengertian pendidikan jasmani menurut beberapa ahli :

1. Menurut Mulyanto

Mulyanto pada buku Belajar dan Pembelajaran Penjas tahun 2014, beliau mengutarakan bahwa pengertian pendidikan jasmani adalah pendidikan jasmani adalah proses belajar untuk bergerak,dan belajar melalui gerak.

Selanjutnya, Mulyanto juga mengutarakan ciri dari pendidikan jasmani adalah belajar melalui pengalaman gerak untuk mencapai tujuan pengajaran melalui pelaksanaan, aktivitas jasmani, bermain dan olahraga.

2. Menurut Winarno

Winarno dalam buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar tahun 2009, mengutarakan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan yang menggunakan aktivitas jasmani sebagai media atau alat untuk mencapai tujuan.

Winarno juga mengungkapkan bahwa pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan individu secara organis, neuromusculer, intelektual, dan emosional.

3. Menurut Rosdiani

Rosdiani dalam buku Model Pembelajaran Langsung Dalam Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neumuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

4. Menurut Firmansyah

Firmansyah dalam jurnal Hubungan Motivasi Berprestasi Siswa dengan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani tahun 2009, pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara siswa dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik menuju pembentukan manusia seutuhnya.

5. Menurut Samsudin

Samsudin dalam buku Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan(SD/MI), pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan serta perilaku hidup sehat aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.

6. Menurut Sukintaka

Sukintaka dalam buku Teori Pendidikan Jasmani Filosofi Pembelajaran dan Masa Depan. Menyatakan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian integrasi dari pendidikan total yang mencoba mencapai tujuan mengembangkan kebugaran jasmani, mental, sosial, serta emosional bagi masyarakat dengan wahana aktivitas jasmani.

Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani

BNSP (2006:513) mengutarakan bahwa  terdapat 7 hal yang termasuk kedalam ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Berikut ruang lingkup pendidikan jasmani:

1. Aktivitas pengembangan

Komponen dari aktivitas pengembangan ini adalah mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.

2. Aktivitas senam

Hal yang termasuk dari aktivitas senam adalah ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai serta aktivitas lainnya.

3. Aktivitas air

Hal ini meliputi permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya.

4. Permainan dan olahraga

Hal yang termasuk dari permainan dan olahraga adalah olahraga tradisional, permainan, atletik, kasti, rounders, sepakbola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor dan manipulatif, beladiri serta aktivitas lainnya.

5. Aktivitas ritmik

Hal ini biasanya di gemari oleh ibu-ibu yang sedang melakukan diet. Komponen yang termasuk kedalam aktivitas ritmik adalah gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobik serta aktivitas lainnya.

6. Kesehatan

Hal ini meliputi kegiatan penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat. Selain itu, siswa juga diberikan edukasi tentang merawat lingkungan agar sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cedera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS.

7. Pendidikan luar sekolah

Kegiatan yang termasuk kedalam pendidikan luar sekolah yaitu piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah dan mendaki gunung.


Baca Juga : Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga


Tujuan Pendidikan Jasmani

Setiap edukasi tentu memiliki tujuan tertentu. Berikut tujuan pendidikan jasmani menurut para ahli:

1. Menurut Suryobroto

Suryobroto (2004:8) dalam Diklat Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani, tujuan pendidikan jasmani adalah untuk pembentukan anak, yaitu sikap atau nilai, kecerdasan, fisik, dan keterampilan (psikomotorik), sehingga siswa akan dewasa dan mandiri, yang nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menurut Suherman

Suherman (2009:7) dalam buku Revitalisasi Pengajaran Dalam Pendidikan Jasmani, tujuan pendidikan jasmani secara umum deklasifikasi menjadi empat tujuan perkembangan, yaitu:

a). Perkembangan fisik

Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan seseorang akan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan-kekuatan fisik dari berbagai organ tubuhnya.

b). Perkembangan gerak

Tujuan dari pendidikan jasmani adalah untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam melakukan gerak secara efektif, efisien, halus, indah, dan sempurna.

c). Perkembangan mental

Tujuan dari pendidikan jasmani adalah kemampuan berfikir dan menginterpretasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam lingkungannya.

d). Perkembangan sosial

Pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat.

3. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, tujuan pendidikan jasmani adalah sebagai berikut:

  • Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
  • Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis.
  • Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain beserta lingkungannya.
  • Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
  • Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan jasmani dan olahraga yang terpilih.
  • Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.

Baca Juga : Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur


Manfaat Pendidikan Jasmani

Manfaat Pendidikan Jasmani

Berdasarkan KTSP (Depdiknas, 2006), manfaat pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yaitu :

1. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak

Anak-anak memiliki hasrat yang tinggi untuk bergerak. Untuk itulah tujuan dari pendidikan jasmani adalah untuk memenuhi hasrat atau kebutuhan anak akan bergerak terpenuhi. Anak akan semakin berkembang kualitas pertumbuhannya dengan riang gembira melalui pendidikan jasmani.

2. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya

Pendidikan jasmani cenderung menuntut anak mencoba atau berbuat sesuatu daripada melihat atau mendengarkan. Maka dari itu, tujuan dari pendidikan jasmani adalah waktu untuk berbuat.

Melalui bermain dan bergerak anak-anak akan mengetahui tentang potensi yang dimilikinya. Anak juga akan paham dan mengerti akan lingkungan sekitarnya dengan karakter mencoba tersebut.

3. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna

Pendidikan jasmani memberikan keterampilan dasar yang berguna untuk Anak. Hal inilah yang menyebabkan mengapa di pendidikan dasar telah diajarkan pendidikan jasmani.

Anak yang sering dilatih kemampuan dasar sejak kecil, maka ia dapat menguasai berbagai keterampilan lainnya di kemudian hari.

4. Menyalurkan energi yang berlebihan

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Anak memiliki hasrat bergerak yang tinggi. Hal ini karena anak memiliki energi gerak yang sangat besar. Kelebihan energi ini tentu harus di salurkan dengan cara yang tepat. Nah, adanya pendidikan jasmani dapat menyalurkan energi anak agar siswa tidak terganggu keseimbangannya dalam hal perilaku dan mental.

Sebagai orang tua, Anda tidak perlu merasa khawatir akan kelebihan energi yang tersalurkan hingga membuat anak lelah. Anak akan memperoleh keseimbangan dirinya setelah anak beristirahat.

5. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik, mental maupun emosional

Tidak dapat dipungkiri jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk membentuk manusia seutuhnya. Hal ini dapat kita buktikan dari hasil nyata pendidikan jasmani dalam membentuk perkembangan yang lengkap, meliputi aspek fisik, mental, emosi, sosial dan moral.


Itulah pembahasan mengenai pengertian pendidikan jasmani, ruang lingkup, tujuan dan manfaatnya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami ilmu pendidikan jasmani. Terima kasih telah berkunjung. Punya pendapat atau saran lain akan artikel ini? Yuk kita berdiskusi. Cantumkan di kolom komentar yaa.

Leave a Comment