Pengertian Puisi Kontemporer, Ciri, Jenis, Unsur dan Contohnya

Pengertian Puisi Kontemporer, Ciri, Jenis, Unsur dan Contohnya

Batas ketik kali ini akan sharing sedikit tentang pengertian puisi kontemporer, ciri-ciri, jenis, unsur dan contohnya. Silahkan baca artikel ini hingga selesai agar Anda dapat mengenal lebih jauh tentang puisi kontemporer.

A. Pengertian Puisi Kontemporer

Pengertian Hotel Menurut Para Ahli

Dikutip dari laman resmi KBBI, kontemporer di definisikan sebagai: pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini. Dari definisi tersebut dapat kita pahami bahwa puisi kontemporer adalah suatu puisi yang dibuat masa kini atau masa sekarang.

B. Bentuk dari Puisi

Puisi kontemporer tidak memiliki ikatan bentuk dan irama. Selain itu puisi kontemporer disebut puisi kekinian dikarenakan adanya kebebasan dari si pembuat puisi dalam menciptakannya.

Puisi kontemporer lebih mementingkan bentuk grafisatau bunyi. Hal ini penting diperhatikan karena puisi ini digunakan untuk mengutarakan perasaan dari si penyair. Penyair akan membuat puisi dengan merangkai katanya sedimikian rupa sehingga menghasilkan bunyi yang terdengar indah.

Kebebasan dari si pembuat puisi membuat penggunaan kata dari segi “santun” kurang diperhatikan. Puisi ini bahkan menggunakan kata kasar, ejekan dan lain-lain. Hal tersebut membuat puisi ini tidak mengikuti kaidah-kaidah puisi pada umumnya. Ciri-ciri dari puisi komtemporer juga memiliki perbedaan dengan puisi yang lain.

C. Tokoh Puisi 

Berikut ini beberapa tokoh yang berperan penting dalam puisi kontemporer di Indonesia :

  1. Sutardji Calzoum Bachri. Pembuat puisi terkenal dengan karyanya yang berjudul O, Amuk, dan juga O Amuk Kapak
  2. Ibrahim Sattah. Pembuat puisi terkenal dengan karyanya didalam kumpulan puisi Hai Ti
  3. Hamid Jabbar. Pembuat puisi terkenal dengan karyanya didalam kumpulan puisi Wajah Kita

Baca Juga : Pengertian Komunikasi Non Verbal, Manfaat, Jenis, Tujuan, Ciri & Fungsi


D. Ciri – Ciri Puisi Kontemporer

  1. Bahasa yang blak-blakan, sederhana, jujur tanpa memperhatikan diksi yang indah dan berat
  2. Puisi ini seringkali menyatukan beberapa kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat bahasa asing ataupun bahasa daerah hingga bahasa dialek.
  3. Ada banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata sehingga membuat puisi ini tidak wajar.
  4. Sangat memperhatikan Kekerasan/kemerduan bunyi puisi
  5. Memamakai idiom-idiom yang tidak lazim atau konvensional
  6. Sering terjadi kemacetan bunyi dan bahkan nyaris tidak dapat dibaca. Hal ini dikarenakan kadang hanya tampak tanda tanya yang disejajarkan pada puisi tersebut
  7. Memiliki bentuk tulisan yang unik
  8. Menggunakan gaya bahasa pararelisme yang digabungkan dengan gaya bahasa hiperbola

E. Jenis-Jenis Puisi Kontemporer

Berikut beberapa jenis dari puisi kontemporer :

1. Puisi Idiom Baru

Puisi jenis ini tetap memakai kata sebagai alat ekspresinya, namun kata tersebut dinyatakan dengan cara dan nyawa yang baru.

2. Puisi Mbeling

Pada umumnya puisi jenis ini mengandung unsur humor dan kritik. Humor dengan corak yang kelakar dengan unsur kritik sosial biasanya menempel pada puisi ini.

3. Puisi Tipografi

Puisi jenis ini sangat memperhatikan bentuk atau tampak fisik dari setiap syairnya. Hal ini penting dilakukan dengan tujuan agar puisi yang dibuat menjadi lebih kuat.

4. Puisi Multi Lingual

Berdasarkan dari namanya, kita tentu sudah dapat menebaknya. Puisi kontemporer jenis ini sering menggunakan kata atau kalimat dari berbagai bahasa.

5. Puisi Mini Kata

Dapat kita lihat dari namanya, puisi kontemporer jenis ini memiliki jumlah kata yang sangat sedikit. Puisi jenis ini juga dilengkapi oleh simbol lain seperti: huruf, garisan titi dan simbol lainnya.

6. Puisi Tanpa Kata

Puisi jenis ini tidak memakai kata sama sekali. Sebagai bahan untuk mengekspresikan diri, puisi ini hanya memakai titik, garis, huruf atau simbol lainnya.

7. Puisi Suprakata

Jenis puisi kontemporer ini mementingkan ritme dan bunyi. Puisi ini sering menggunakan kata-kata konvensional yang ditukar-tukar. Hal ini membuat puisi ini menciptakan kata-kata baru yang memang tidak ada kosakatanya dalam Bahasa Indonesia.

8. Puisi Mantra

Jenis puisi ini telah diperkenalkan oleh Sutardji Calzoum Bachri. Puisi ini disajikan dengan kaitan berbau dunia misteri dan memberikan efek kemanjuran.

F. Unsur – Unsur Puisi Kontemporer

  1. Bunyi, yaitu adanya penekanan rima dan pengulanan
  2. Tipografi, yaitu susunan baris atau bait serta cara penulisan huruf
  3. Enjambemen, yaitu pemotongan kalimat atau frase
  4. Unsur Kelakar

G. Contoh Puisi Kontemporer

1. Contoh Puisi Mantra

Shang Hai

 

ping di atas pong

pong di atas ping

ping ping bilang pong

pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong

mau ping? bilang pong

mau mau bilang ping

ya pong ya ping

ya ping ya pong

tak ya pong tak ya ping

ya tak ping ya tak pong

sembilu jarakMu merancap nyaring

 

karya Sutardji Calzoum Bachri

 

2. Contoh Puisi Mbeling

Kesejukan

kesejukan

di tengah kota

pasti AC

kesejukan

di tengah kampung

sepoi angin

yang satu

membuang uang

karena kebutuhan

yang satu

gratis menyehatkan

 

3. Contoh Puisi Multi Lingual

Merapi

merapi…

gagah bak penguasa

asap putih memayungimu

lebat hutan pengawalmu

sejarah laharmu abadi kini

merapi…

saumpamane kowe bisa nguri-uri

kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi

prilakune manungsa

becik lan ora

marang alam

karunia sang Illahi.

 

4. Contoh Puisi Tanpa Kata

———————m—————-

———-a—————————-

—————————-t———-

—————i—————-i!!!!!!!!!!


Itulah pengertian puisi kontemporer, ciri-ciri, jenis, unsur dan contohnya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang sedang mempelajari puisi kontemporer. Terima kasih telah membaca artikel ini. Punya saran lain tentang artikel puisi kontemporer ini? Yuk kita berdiskusi. Silahkan cantumkan di kolom komentar yaaa.

Leave a Comment