Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur

Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur

Bagi Anda yang sedang mencari pengertian debat menurut para ahli, membaca artikel ini merupakan solusi yang tepat. Kali ini kami akan sharing sedikit mengenai “DEBAT”. Pada artikel ini akan dibahas pengertian debat menurut para ahli beserta unsur, tujuan, ciri, jenis dan struktur dari debat.


Apa itu Debat ?

apa itu debat

Di kutip dari Wikipedia, debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.

Kata debat memang sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Bahkan tidak jarang sekarang ini ada kompetisi debat baik lokal maupun internasional.

Salah satu contoh debat adalah debat antar kandidat atau calon anggota legislatif dan debat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilakukan menjelang pemilihan umum.


Pengertian Debat Menurut Para Ahli Dan KBBI

Untuk mengenal lebih jauh, berikut beberapa pengertian dari debat:

A. Pengertian Debat Menurut KBBI

KBBI
sumber gambar : wikipedia.org

Diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

B. Definisi Debat Menurut Para Ahli

Pengertian Hotel Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian debat menurut para ahli :

1. Pengertian Debat Menurut Asidi Dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982 : 59)

Asidi Dipodjojo mengutararakan bahwa Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat.

Menurutnya, proses komunikasi itu terjadi dengan bentuk setiap masing-masing pihak akan berpendapat dan menyatakan argumen.

Selain itu, masing-masing pihak akan memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu yakin dan berpihak kepadanya.

2. Pengertian Debat Menurut G. Sukadi

Sukadi mengungkapkan bahwa debat pada hakikatnya adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

3. Pengertian Debat Menurut Guntur Tarigan (Retorika 1990 : 120)

Guntur Tarigan berpendapat bahwa debat pada hakikatnya adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan dari suatu pihak.

C. Pengertian Debat Menurut Ensiklopedia

Ensiklopedia

Kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.


Baca Juga : Pengertian Hotel Menurut Para Ahli


Unsur-Unsur Debat

Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur

Debat memiliki unsur-unsur yang harus ada dan diperhatikan :

A. Mosi

Keadaan unsur mosi sangat berpengaruh terhadap kegiatan debat. Mosi yaitu hal, topik atau judul yang akan diperdebatkan. Tidak adanya unsur mosi pada debat akan membuat kegiatan ini tidak tentu arah dan melebar.

B. Pihak Afirmatif/pro

Debat biasanya terjadi dengan pihak lebih dari satu. Pihak Afirmatif atau pro adalah tim yang setuju terhadap hal atau mosi yang diperdebatkan. Pihak Pro akan terus beragumentasi dan memberikan alasan setuju kepada mosi yang sedang di perbincangkan.

C. Pihak Negatif atau Oposisi/kontra

Unsur ini berbentuk tim yang tidak setuju atau menentang akan mosi yang diperdebatkan. Pihak kontra akan terus berusaha memberikan argumentasi dan alasan agar pihak yang melihatnya percaya dan terpengaruh untuk turut menentang akan mosi yang ada.

D. Pihak Netral

Unsur selanjutnya dari debat adalah Pihak netral. Unsur ini adalah tim yang memberikan pendapat berupa dukungan ataupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan. Tim ini tidak berpihak kepada siapapun.

E. Moderator

Rapat tanpa adanya pemimpin akan membuatnya berantakan. Begitupun dengan debat, keadaan moderator sangatlah penting. Moderator adalah orang yang bertugas untuk memimpin dan membantu jalannya perdebatan.

Beberapa contoh tugasnya yaitu membacakan tata tertib debat, memperkenalkan pihak yang akan berdebat dan menyampaikan mosi yang akan diperdebatkan.

F. Penulis

Penulis atau notulen ini adalah orang yang menulis kesimpulan dari suatu debat. Dia akan membuat catatan-catatan ketika debat sedang berlangsung. Hingga diakhir perdebatan maka notulen akan mengambil kesimpulannya.


Tujuan Debat

Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur

Beberapa tujuan dari debat adalah :

  • Melatih keberanian seseorang agar mampu mengemukakan argumen atau pendapat dihadapan umum.
  • Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merespon suatu masalah.
  • Melatih seseorang agar dapat bersikap kritis terhadap semua materi debat.
  • Memberikan pemahaman konsep dari materi yang dipedebatkan

Ciri-Ciri Debat

Pengertian Debat Menurut Para Ahli, Unsur, Tujuan, Ciri, Jenis & Struktur

Berikut beberapa ciri dari kegiatan debat :

  • Mempunyai 2 sudut pandang. Pihak pro akan mempertahankan pendapatnya untuk setuju akan mosi yang ada sedangkan pihak negatif akan bertindak sebalinya.
  • Terdapat proses saling mempertahankan argumen diantara masing-masing pihak.
  • Terdapat saling mengadu argumentasi untuk tujuan memperoleh kemenangan dengan mempengaruhi lawan atau penonton yang ada.
  • Hasil debat akan ditentukan melalui voting dan keputusan juri.
  • Adanya sesi tanya jawab. Tahap ini sifatnya terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan.
  • Terdapat pihak yang berperan sebagai penengah dan memimpin jalannya perdebatan (Moderator).

Jenis-Jenis Debat

jenis-jenis debat

Berdasarkan bentuk dan maksudnya, debat dibagi kedalam 3 jenis. Berikut jenis-jenis debat dan penjelasannya :

A. Debat Formal, Konvensional atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educatttional Debating)

Jenis debat ini berupa penyampaian beberapa argument dari pihak yang sedang melakukan perdebatan terhadap suatu mosi.

Setiap pihak akan diberikan kesempatan dan waktu yang sama untuk menyampaikan argumentnya. Argument yang disampaikan dapat berupa bantahan atau penguatan terhadap suatu mosi.

Debat formal ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dikalangan para peserta debat. Hal ini dikarenakan jenis debat ini memiliki sifat edukasi agar seseorang mempunyai kemampuan dalam hal mengutarakan pendapat secara masuk akal, jelas dan terstruktur.

Debat ini juga biasanya memberikan pelajaran akan harusnya seseorang untuk mendengarkan pendapat yang berbeda. Selain itu, debat ini biasanya digunakan untuk melatih kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi (jika debat bahasa asing).

B. Debat Parlementer/Majelis (Assembly or Parlementary Debating)

Jenis debat ini memiliki tujuan untuk memberikan penguatan atau dukungan terhadap suatu perundang-undangan tertentu. Setiap pihak akan diberikan kesempatan untuk memberikan pandangannya terhadap suatu perundang-undangan setelah mendapatkan izin dari majelis.

C. Debat Pemeriksaan Ulangan untuk Mengetahui Kebenaran Pemeriksaan Terdahulu (cross-examination debating)

Jenis dari debat pemeriksaan ulang ini biasanya sering dilakukan di pengadilan. Seseorang akan diberikan beberapa pertanyaan yang dimana pertanyaan tersebut berkaitan satu sama lain.

Jawaban individu yang diberikan pertanyaan tersebut, nantinya akan berdampak dan menunjang terhadap posisinya.


Struktur Debat

Struktur Debat

Debat ini tidak sembarang dilakukkan, terdapat struktur atau tahapan debat yang harus dilalui agar kegiatan ini berjalan dengan benar. Berikut struktur yang baik dari debat :

A. Pengenalan

Tahap awal yang dilakukan ketika debat adalah pengenalan. Pada tahap ini setiap pihak (pro, kontra dan netral) diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri.

B. Penyampaian Argumantasi

Pada tahap ini, setiap tim menyampaikan pendapatnya terhadap topik atau mosi yang akan di debatkan. Penyampaian argumentasi dimulai dari pihak pro, yang kemudian disambung oleh pihak kontra atau oposisi dan diakhiri oleh pihak netral.

C. Debat

Pada bagian ini, setiap pihak akan mengomentari akan argument dari masing-masing pihak. Masing-masing tim akan terus menjawab dan memberikan alasan untuk mempertahankan argumentnya.

D. Simpulan

Pada bagian ini, setiap pihak akan memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan mosi yang sesuai dengan posisinya. Misal, pihak yang pro akan memberikan ungkapan penutup berupa dukungan terhadap mosi yang sedang diperdebatkan.


Itula pengertian debat menurut para ahli beserta unsur, tujuan, ciri, jenis dan struktur dari debat. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam mempelajari debat.

Punya pendapat lain tentang pengertian, unsur, tujuan, ciri, jenis dan struktur dari debat lainnya? Yuk kita berdiskusi. Silahkan cantumkan di kolom komentar yaaa. Terima kasih.

Leave a Comment