Berpikir masalah kita berat ? Hikmah Menyelam dalam Masalah Orang.

Setiap orang pasti mempunyai problem, dan merasa bahwa berpikir masalah kita berat. Termasuk saya, penulis ini.

Permasalahan yang muncul sangat beragam. Dimulai dari masalah tekanan ekonomi, masalah konflik keluarga, dan hal yang lainnya. Berbagai macam cara orang menyikapi permasalahan tersebut. Cara memandang masalah juga berbeda.

Kali ini batas ketik akan sharing dengan rekan-rekan semuanya terkait pengalaman pola berfikir kita dalam menerima masalah.


Berpikir Masalah Kita Berat

cover cara mengatasi masalah pribadi yang berat

Tadi malam saya mendapatkan pembelajaran terkait cara pandang saya dalam menerima masalah. Begini ceritanya :

Beberapa minggu lalu, saya merasa gundah dan merenung “Semakin usia bertambah, semakin kompleks pikiran dalam otak ini”.

Tuntutan ekonomi yang semakin besar, penghasilan yang belum bertambah. Keluarga yang sedang dalam keadaan butuh bantuan. Ngeri rasanya jika berpikir mengenai kekejaman dunia.

Baru di uji masalah ekonomi dan keluarga, rasanya berat sekali. Seolah-olah bahwa masalah hidup saya ini paling berat.

Apakah rekan-rekan semuanya pernah merasa seperti itu ?


Ternyata Ada Masalah Orang Lain yang Lebih Berat

Kemudian, saya berkumpul dengan beberapa orang. Komunitas curhat mungkin yaa. Beberapa orang yang saya ajak cerita, mereka mempunyai masalah yang saya rasa justru lebih kompleks daripada saya.

Ada yang bermasalah karena kurangnya pekerjaan karena dalam wabah covid-19 ini. Kemudian, ada yang bermasalah karena gara-gara Work From Home yang berkelanjutan, sehingga tidak produktif untuk perusahaan, dan merasa tidak tenang takut di PHK. Plus masalah internal keluarga yang banyak tuntutan.

Ada juga yang diberhentikan dari pekerjaan karena adanya wabah.

Sungguh, masalah tersebut lebih komplek daripada saya.

Dari cerita tersebut, saya berpikir ini sebuah hikmah. Lemah sekali diri ini. Baru seperti ini saja sudah mengeluh, banyak merenung. Sungguh, rendahnya kemampuan diri ini dalam menghadapi masalah. Sombong diri ini merasa bahwa masalah saya berasa paling berat.

Dari sana, saya juga melihat ke jendela dunia yang lebih luas. Di berita-berita banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat wabah ini.  Saya juga berpikir, bahwa pasti ada orang yang bahkan sulit sekali hanya untuk bisa makan atau bahkan bernafas di hari ini.

Jika dibandingkan, mungkin saya masih lebih beruntung. Masih bisa makan dengan baik, bernafas dan beraktivitas normal seperti biasanya. Saya harus merasa yakin bahwa semuanya yang terbaik oleh kita telah di atur oleh Allah yang Maha Kuasa.

Sungguh, dari kisah tersebut saya pribadi berpendapat bahwa dengan memandang bahwa masalah orang lain ada yang lebih berat dapat dijadikan sebuah cara mengatasi masalah.


Itulah yang dapat saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga pembahasan pendek ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi diri kita.

Tinggalkan Balasan