cerita pengalaman belajar dari rumah

Cerita Pengalaman Belajar dari Rumah – Ada yang pernah ngalamin ??

Hallo semuanya, kali ini batas ketik akan cerita pengalaman belajar dari rumah niih.

Selama pandemi ini, sekolah yang utamanya berada di luar zona hijau diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Nah, ada pengalaman yang menurut saya menarik untuk di bagikan kepada para pembaca semuanya.

Saat ini, saya memang mengajar di sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, atau sekarang lebih populer dengan SMA/SMK/MA sederajat. Sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait belajar dari rumah, saya melakukan kegiatan tersebut menggunakan bantuan berbagai media.

Berikut cerita pengalaman saya terkait pelaksanaan belajar dari rumah ini.

1. Mohon maaf pak saya ini . . . .

Malu

Seperti biasa saya memberikan materi ajar berikut dengan tugas via google classroom kepada anak-anak. Untuk mempermudah komunikasi, saya sering menggunakan aplikasi Whatsapp dengan anak-anak apabila ada materi yang dirasa sulit dicerna.

Teringat waktu itu tepat pada hari Jumat, saya mulai kelas dari pukul 08.00. Seperti biasa anak-anak japri ke saya setiap ada materi yang susah. Ingin nya sih saya bahas via google meet, cuman karena tidak semua anak mempunyai kapasitas kuota internet yang banyak jadinya aplikasi Whatsapp jadi andalan.

Zaman sekarang ini, seringkali bahwa profile Whatssapp itu tidak diisi oleh foto pribadi. Bahkan namanya saja terkadang tidak sesuai dengan aslinya. Hal ini membuat saya agak kerepotan apabila mendata siapa nama anak ini. Karena banyaknya yang menjapri, saya belum sempat untuk save nomor anak-anak. Sehingga namanya masih nomor mereka masing-masing.

Tidak terasa waktu menunjukan pukul 11.15, terdapat seorang anak yang masih sibuk japri saya untuk konsultasi terkait materi. Saya ingatkan kepada anak tersebut, untuk istirahat dulu sejenak. Sekaligus persiapan untuk menunaikan ibadah Shalat Jumat.

Namun, anak ini tetap anteng berdiskusi. Hingga akhirnya jam 11.20, saya langsung bilang “Sekarang kita istirahat dulu yaa, silahkan persiapan dulu untuk ibadah shalat jumat, nanti kita sambung lagi bada Jumat.”.

“Baik pak,” sahut si anak sambil ditutup dengan beberapa pertanyaan. Ya sudah saya jawab lagi ” Ya, nanti kita bahas yaa, sekarang shalat Jumat dulu”.

Si anak ini balas lagi, “Iya pak, mohon maaf pak.. tapi saya ini Ukhti. “.

Dalam hati saya berkata, “Astagfirullah, pantes ini anak nanya terus, padahal sebentar lagi waktu Jumat, ternyata dia perempuan”. Saya tertawa sendiri dan merasa malu atas saran saya ke anak untuk persiapan Shalat Jumat.

2. Berburu Kuota Belajar

Berburu Kuota Belajar

Tanggal 23 Agustus 2020, saya kehabisan kuota. Dikarenakan keadaan keuangan yang serba di tahan dulu karena persiapan untuk lahiran Istri saya, saya berencana untuk tidak dulu memperpanjang paket internet di rumah saya. Saya merasa bahwa saya masih bisa mengandalkan fasilitas internet yang ada di sekolah untuk menjalankan kewajiban saya dalam melaksanakan kelas daring.

Mengingat besoknya hari senin, saya ingin cek apakah ada notif baru terkait perkembangan pembelajaran di sekolah. Saya membutuhkan koneksi internet di rumah. Ternyata ada saudara istri saya yang menyarankan promo baru dari sebuah operator komunikasi.  Promonya itu adalah kita bisa dapet 10 Gb hanya dengan 10 rupiah saja.

Saya segera cek di Hp saya, ternyata promo itu benar adanya. Namun, karena tidak ada koneksi internet, saya tidak sempat untuk mengecek penjelasan dari promo tersebut.

Saya berpikir, “wah lumayan nih”. Tanpa pinggir panjang saya ambil dulu pulsa ke Kakaknya istri saya yang kebetulan seorang pedagang pulsa. Saya isi pulsa yang 5 ribu.

Setelah dirasa pulsanya masuk, saya segera daftarkan nomor saya untuk berburu kuota belajar ini.

Muncul notif, bahwa pembelian kuota belajar ini sudah berhasil. Saya aktifkan peraturan data Hp saya. Muncul notif dari aplikasi Whatssapp. Chatt baru langsung masuk ke hp saya.

Saya berpikir, wah berhasil nih. Sudah murah, banyak pula kuotanya.

Saya cek di aplikasi operator komunikasinya, saldo pulsa nya “0”. Loh kok bisa ? Saya curiga bahwa pulsa saya termakan karena peraturan koneksi data yang diaktifkan. Segera saya matikan aturannya.

Habis Sudah Pulsa 5 rb saya

Saya cek lagi via telpon biasa pulsa terbaru, dan ternyata 0 juga.

Karena tanggung sudah 0, saya aktifkan lagi pengaturan datanya, saya cek di aplikasi operatornya, disana tertera bahwa saya punya kuota multimedia yaitu “Kuota belajar” sebanyak 10 Gb. Disana tertulis di keterangannya “kuota belajar digunakan untuk kuota belajar”. Loh kok gak ada keterangannya?

Saya bilang ke istri saya, “Bu, tolong tanyakan ke kakak, tolong carikan penjelasan terkait kuota belajar ini “. Dan ternyata, penjelasan resminya ada di website official operator komuniasi tersebut. Kuota ini hanya bisa digunakan untuk beberapa aplikasi untuk belajar. Ini penjelasannya :

Aktifkan Kuota Belajar 10GB cuma Rp10 untuk menikmati akses layanan ilmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan e-learning kampus/sekolah.

Setelah saya membaca keterangan tersebut, akhirnya “habis sudah pulsa 5 rb ku”


Baca Juga : Berpikir masalah kita berat ? Hikmah Menyelam dalam Masalah Orang.


3. Tidak Bisa Upload

tidak bisa upload

Teringat waktu itu, saya memberikan tugas ke anak untuk upload jawaban latihan soalnya di google form yang ada di classroom. Dirasa lancar-lancar saja, jam mengajar daring saya sudah habis di hari itu. Tapi, anehnya ada anak yang katanya “Pak, saya kok gagal terus buka google form-nya ? padahal ini WA jalan-jalan saja”.

Saya merasa aneh, karena yang lainnya aman-aman saja.

Saya cek lagi peraturan di google form nya, saya cek dengan teliti, terutama settingan kapasitas maksimal uploadnya yang takutnya menghabiskan kapasitas google drive saya.

Dirasa tidak ada yang janggal, saya balas ke anak tersebut, “coba cek lagi. Sudah bisa atau belum. ”

Si anak bersikeras bahwa “tugasnya masih tidak bisa dibuka pak, kenapa yaa ?”. Ya sudah saya sarankan untuk cek koneksi internetnya apakah bagus atau tidak. Tidak berselang lama si anak membalas “iya pak, mohon maaf, ternyata kuotanya sisa kuota chatt saja”.


Itulah cerita pengalaman belajar dari rumah yang dapat saya bagikan. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi kita semua yaa. Tetap semangat buat kita-kita yang sedang melakukan aktivitas belajar dari rumah.

Tinggalkan Balasan