Perbedaan Demokrasi Liberal Dan Demokrasi Pancasila

Perbedaan Demokrasi Liberal Dan Demokrasi Pancasila

Bagi Anda yang sedang mempelajari perbedaan demokrasi liberal dan demokrasi Pancasila, batas ketik akan sharing tentang materi tersebut. Kita akan membedakannya dengan mempelajari pengertian dan ciri-ciri dari demokrasi liberal dan demokrasi Pancasila.

Demokrasi memang lebih banyak di terapkan dalam sistem pemerintahan. Namun, setiap negara menganut sistem demokrasi yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan dari falsafah atau pandangan hidup dari masing-masing Negara.

Berbeda dengan Negara Liberal, khusus di Indonesia, karena mempunyai pandanan hidup Negara tersendiri, Indonesia mempunyai sistem demokrasi Pancasila. Nah, agar kita mengenal lebih jauh tentang perbedaan demokrasi liberal dan demokrasi Pancasila, yuk kita simak pembahasan selanjutnya.


Pengertian Demokrasi Liberal dan Demokrasi Pancasila

pengertian

Untuk mengenal perbedaannya, mari kita kenali terlebih dahulu apa pengertian dari masing-masing demokrasi tersebut. Berikut pengertian dari masing-masing demokrasi :

1. Pengertian Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal adalah sebuah demokrasi yang menjadikan kekuasaan lembaga legislatif lebih tinggi dari pada lembaga eksekutif. Parlemen mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan perdana Menteri serta menteri-menteri dalam kabinet.

Demokrasi liberal dapat disebut juga dengan demokrasi parlementer. Dimana dalam demokrasi tersebut, Kepala Negara adalah Presiden.

Indonesia pernah menerapkan sistem demokrasi liberal. Hal ini terjadi ketika dikeluarkannya Maklumat Pemerintahan No. 14 November 1945 dimana para Menteri memiliki tanggung jawab terhadap parlemen.

Dalam sistem demokrasi liberal, pengakuan atas hak-hak warga negara baik sebagai individu ataupun masyarakat sangat diperhatikan. Hal ini dikarenakan sistem demokrasi tersebut mementingkan atas pengakuan dan hak warga negara.

2. Pengertian Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem demokrasi konstitusional dengan menggunakan kedaulatan rakyat dalam menjalankan setiap kegiatan Negara dan Pemerintahan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945.

Sistem demokrasi jenis ini menggunakan asas kekeluargaan seta gotong royong yang diimplementasikan demi tercapainya kesejahteraan rakyat. Demokrasi ini juga memuat mengenai faktor-faktor berkesadaran religus, berlandaskan kebenaran, kecintaan, serta memiliki budi pekerti yang luhur, berkarakter Indonesia serta berkesinambungan.


Baca Juga : Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga


Ciri-Ciri Demokrasi Liberal dan Demokrasi Pancasila

Untuk mengenal perbedaan dari masing-masing demokrasi, Anda dapat membedakannya dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri dari demokrasi liberal dan demokrasi Pancasila:

1. Ciri-Ciri Demokrasi Liberal

  • Alokasi sumber daya alam serta manusia dapat dikontrol dengan baik oleh Negara
  • Kekuasaan eksekutif dibatasi secara konstitusional
  • Peraturan perundang-undangan dapat membatasi kekuasaan eksekutif
  • Adanya kebolehan memperjuangkan dirinya pada kaum minoritas (agama, etnis).

2. Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila

  • Kedaulatan yang berada di tangan rakyat
  • Gotong royong dan kekeluargaan menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan negara dan pemerintahan.
  • Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah hingga mencapai mufakat.
  • Tidak menggunakan istilah partai pemerintah dan oposisi
  • Pemerintah dijalankan berlandaskan pada konstitusi
  • Terdapatnya pemilu yang dilakukan secara berkesinambungan
  • Adanya hak serta kewajiban yang selaras
  • Terdapat sikap saling menghargai hak asasi manusia
  • Wakil-wakil rakyat yang terpilih menjadi media penyampaian masyarakat atas ketida setujuannya terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
  • Tidak mengakui adanya sistem monopartai
  • Tidak terdapatnya diktator mayoritas serta tirani minoritas
  • Kepentingan rakyat lebih didahulukan daripada kepentingan golongan atau pribadi.

5 Perbedaan Demokrasi Liberal Dan Demokrasi Pancasila

Jadi, apa perbedaan demokrasi liberal dan demokrasi pancasila ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat membedakannya dari 5 aspek, yaitu : segi hukum, agama, ekonomi, praktek ketatanegaraan dan segi penguasa. Berikut penjelasan dari 5 aspek perbedaan tersebut :

NO.ASPEK PERBEDAANDEMOKRASI LIBERALDEMOKRASI PANCASILA
1Segi HukumSetiap warga negara memiliki kebebasan yang luas dalam melakukan segala sesuatu, namun tidak boleh melakukan pelanggaran hukum.Segala sesuatu yang dilakukan oleh warga negara di atur oleh Undang-Undang 1945
2Segi AgamaMasalah Ketuhanan merupakan masalah setiap individu, negara tidak memiliki wewenang dalam mengatur agama yang anut oleh warga negaranya, mereka bebas untuk beragama ataupun tidak beragama.Masalah agama merupakan masalah pribadi, sehingga warga negara memiliki kekebasan dalam memeluk agama
3Segi EkonomiDalam masalah ekonomi, adanya persaingan yang kuat serta sejumlah modal berada ditangan golongan kecil masyarakatPemerintah turut berpartisipasi akan sistem perekonomian.
Para pengusaha kecil maupun besar saling aktif bekerjasama dan membantu satu sama lain untuk tercapainya kemakmuran Bangsa.
4Segi Praktek KetatanegaraanKepentingan serta hak warga negara lebih diutamakan dari pada kepentingan negara, namun tidak berarti bahwa kepentingan negara tersebut diabaikan.Dalam melaksanakan kegiatan ketatanegaraan harus dilandaskan pada UUD 1945 serta Pancasila.
5Segi PenguasaDalam demokrasi ini kekuasaan tertinggi berada di tangan kelompok bangsawanDalam demokrasi ini kekuasaan tertinggi berada ditangan pemerintah.

 


Itulah perbedaan demokrasi liberal dan demokrasi Pancasila. Semoga membantu Anda dalam mempelajari ilmu tentang demokrasi. Terima kasih telah berkunjung ke website ini. Ada saran tentang perbedaan lainnya? Yuk kita berdiskusi. Cantumkan di kolom komentar yaaaa.

Leave a Comment