Sudah tahu? Ini Dia 5 Penyakit Pada Lansia Yang Perlu Kamu Waspadai

Sudah tahu? Ini Dia 5 Penyakit Pada Lansia Yang Perlu Kamu Waspadai

Penyakit pada lansia memang rentan sekali terjadi. Hal inilah yang menyebabkan usia lanjut menjadi momok tersendiri bagi sebagian besar orang.

Semakin bertambahnya usia seseorang, maka pada umumnya semakin banyak pula penyakit yang diderita. Tidak jarang, terdapat lansia yang menderita beberapa penyakit sekaligus. Jangan heran, ketika Anda masuk ke klinik atau rumah sakit terdekat, banyak sekali lansia yang sedang berobat.

Mengapa Lansia Rentan Terkena Penyakit ?

Penyakit dan usia seseorang merupakan dua hal yang saling berhubungan. Semakin bertambahnya usia membuat fungsi tubuhnya semakin menurun. Hal ini akibat adanya proses penuaan yang mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi berkurang. Kemampuan sel pada tubuh untuk beregenerasi tidak secepat ketika muda dulu.

Penyakit Pada Lansia Dan Penyebabnya

Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, berikut 5 penyakit lansia yang sering terjadi:

1. Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau lebih dikenal dengan nama darah tinggi merupakan penyakit yang paling banyak di derita oleh lansia. Terdapat dua jenis hipertensi, yaitu primer dan sekunder.

Hipertensi primer belum diketahui secara pasti penyebabnya. Sedangkan, hipertensi sekunder pada umumnya terjadi karena kondisi berikut:

  • Penyakit Ginjal
  • Kehamilan
  • Penyakit Kelenjar Tiroid
  • Tumor Kelenjar Adrenal
  • Kelainan Bawaan Pada Pembuluh Darah
  • Sering Mengonsumsi Alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Gangguan Pernapasan yang terjadi ketika tidur (sleep apnea)
  • Mengonsumsi obat-obat tertentu (seperti: obat penurun panas, pereda rasa sakit dll)

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan Anda terkena penyakit Hipertensi:

  • Usia
  • Keturunan
  • Obesitas
  • Mengonsumsi garam secara berlebihan
  • Sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium
  • Kurang aktivitas fisik dan olahraga
  • Perokok

Meskipun tekanan darah tinggi terjadi sebagai proses alami, penyakit ini jangan sampai dibiarkan begitu saja. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke dan jantung.

Tekanan darah dapat dikatakan tinggi apabila telah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Jika sudah mencapai angka tersebut di atas, segera lakukan pengobatan dan perawatan dari dokter agar penyakit ini tidak memburuk.


Baca Juga : Minuman Kesehatan Tradisional Ini Banyak Manfaatnya, Sudah Tahu ?


2. Stroke

Penyakit Pada Lansia - Stroke
sumber gambar : medicalnewstoday.com

Penyakit stroke sering terjadi pada lansia. Berdasarkan penyebabnya, Stroke terbagi kedalam 2 macam, yaitu Stroke iskemik dan Stroke hemoragik.

Stroke Iskemik

80% penderita stroke adalah yang berjenis iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang berfungsi sebagai pembawa darah dan oksigen ke otak mengalami hambatan atau penyempitan. Hal itu menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak sangat berkurang. Stroke ini dibagi kedalam dua jenis, yaitu:

  • Stroke Trombotik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Gumpalan tersebut terjadi akibat timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri yang menyebabkan menurunnya aliran darah.
  • Stroke Embolik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain (umumnya pada jantung) terbawa melalui aliran darah. Gumpalan tersebut kemudian tersangkut di pembuluh darah otak sehingga arteri otak menyempit.

Stroke Hemoragik

Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Pendarahan ini diakibatkan karena beberapa kondisi berikut:

  • Hipertensi yang tak terkendali
  • Melemahnya dinding pembuluh darah
  • Pengobatan dengan antikoagulan (pengencer darah)

Stroke jenis ini dibagi kedalam 2 macam, yaitu:

  • Intraserebral, yaitu pembuluh darah pecah kemudian menumpahkan isinya ke jaringan otak sehingga merusak sel-selnya.
  • Subarachnoid, yaitu pembuluh darah arteri yang dekat dengan permukaan otak pecah dan menumpahkan isinya ke rongga antara permukaan otak dengan tulang tengkorak.

Penyebab Stroke

Berikut beberapa penyebab dari terjadinya stroke pada seseorang:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Jantung
  • Gangguan pernafasan saat tidur
  • Merokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Meminum alkohol
  • Keturunan
  • Usia

3. Artritis (Radang Sendi)

Penyakit Pada Lansia - Radang Sendi
sumber gambar : dictio.id

Radang Sendi merupakan suatu kondisi terjadinya peradangan pada bagian sendi. Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah nyeri, bengkak, kemerahan atau sedikit hangat pada bagian sendi. Radang sendi dapat menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakan.

Radang sendi dibagi kedalam beberapa jenis, yaitu:

Artritis karena kondisi degeneratif

Jenis ini terjadi karena tulang rawan pada sendi menipis seiring bertambahnya usia. Tulang rawan yang tipus mengakibatkan adanya gesekan langsung dengan tulang lainnya. Hal ini tentu membuat kita merasakan sakit dan terhambatnya pergerakan.

Artritis karena kondisi degeneratif

Jenis ini terjadi karena sistem kekebalan subuh yang salah menyerang dan terkena pada bagian sendi. Akibatnya, sendi kita mengalami reaksi peradangan yang tidak terkontrol. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan erosi pada sendi dan organ yang lainnya.

Artritis akibat infeksi

Jenis ini terjadi karena adanya virus atau bakteri di dalam darah yang kemudian masuk dan menyerang sendi sehingga menimbulkan peradangan.

Artritis karena gangguan metabolik

Kondisi ini lebih sering dikenal dengan asam urat. Hal ini terjadi karena penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Selain sakit, sendi yang terkena asam urat dapat memerah dan membengkak.

Penyebab Radang Sendi

  • Bertambahnya usia
  • Obesitas
  • Jenis kelamin
  • Riwayat kesehatan keluarga (keturunan)
  • Riwayat cedera pada bagian sendi

4. Diabetes Melitus

Penyakit Pada Lansia - Diabetes
sumber gambar : hospitalsanfernando.com

Penyakit ini biasanya berlangsung lama. Diabetes Mellitus terjadi akibat menumpuknya kadar gula (glukosa) darah pada tubuh. Glukosa yang menumpuk terjadi karena tidak terserapnya gula pada darah dengan baik oleh sel tubuh.

Untuk dapat menyerap glukosa, tubuh memerlukan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Nah, para penderita diabetes tidak mampu menyerap gula darah dikarenakan adanya gangguan dari sistem produksi hormon insulinnya.

Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Pada umumnya, diabetes mellitus dapat dibedakan kedalam 2 jenis, yaitu tipe 1 dan 2.

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang sel-sel pankreas (organ yang memproduksi insulin).

Penyebab Diabetes Tipe 1

  • Keturunan
  • Menderita infeksi virus
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengelami diabetes tipe 1
  • Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa

Diabetes Tipe 2

90-95% penderita diabetes adalah Diabetes tipe 2. Jenis ini terjadi akibat sel-sel tubuh yang kurang sensitif terhadap insulin. Hal ini membuat insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.

Penyebab Diabetes Tipe 2

  • Berat badan yang berlebihan
  • Keturunan
  • Kurang kegiatan fisik
  • Usia
  • Menderita hipertensi
  • Kadar kolesterol dan trigliserida abnormal

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK
sumber gambar : p2ptm.kemkes.go.id

Penyakit ini menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Hal ini terjadi karena aliran udara pada paru-paru mengelami penyumbatan. Penyakit ini akan bertambah buruk seiring bertambahnya waktu.

Jenis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Bronkitis Kronis, yaitu peradangan pada dinding saluran bronkus (cabang ternggorok).
  • Emfisema, yaitu kondisi dimana kantung udara (alveolus) di paru-paru secara perlahan rusak.

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Asap rokok
  • Asap, gas, uap atau bahan kimia
  • Debu
  • Polusi

Itulah beberapa penyakit pada lansia yang perlu Anda ketahui. Lakukanlah aktivitas fisik agar tubuh Anda tetap sehat. Selalu melakukan kontrol ke dokter untuk memeriksakan perkembangan kesehatan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Leave a Comment